Blog Dunia

Inilah Dunia

Ternyata Arang Bermanfaat Untuk Kesuburan Tanah

By on February 27, 2018

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Cara “Tera Preta Sanitarion” (Tanah Hitam) yang mencampurkan tanah dengan arang ternyata menyuburkan dan meningkatkan kwalitas tanah, kata Spesialis Kajian Manajemen dan Perlingan Air Universitas Teknologi Hamburg Jerman Prof Dr Ralph Otterpoh di Bandung, Kamis.

“Penelitian ini berasal dari kebudayaan kuno bangsa Amazone. Adat masyarakatnya membakar biomasa dan membenamkannya ke dalam tanah untuk meningkatkan kesuburannya. Tanah yang baik juga dapat mencegah kekeringan dan banjir,” kata Ralph pada Pembicaraan Lingkungan Hidup dengan Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPLKTS).

Ralph menceritakan, dirinya sudah mengerjakan riset kepada sistem itu yang telah dikerjakan selama 20 tahun.

Tanah yang dikelola bangsa Ameridian antara 500-2500 tahun lalu itu, kata ia, mempertahankan kandungan karbon  aktif organik dan kesuburan yang tinggi, malahan sebagian ribu tahun sesudah ditinggalkan penduduk setempat.

Sumber bahan organik tanah hal yang demikian dan retensi hara yang tinggi terbukti disebabkan kandungan karbon hitam (biochar) yang tinggi. Padahal tanah asam di sekitarnya mempunyai tingkat kesuburan yang rendah.

“Ada tiga nilai untuk mensupport sistem ini merupakan keadaan sulit air, sanitasi yang inovatif dan pengurangan tenaga atau bio-waste,” katanya.

Berdasarkan ia, air yang baik datang dari tanah yang subur dan mengandung banyak humus. Kemudian dipadukan temuan metode sanitasi. Dia mencontohkan feces atau kotoran manusia dapat dihasilkan kompos, dengan mencampurkan gula dan kuman asam laksit ke dalamnya.

Terakhir penghematan tenaga, dia mencontohkan dengan menerapkan tungku arang kayu, masyarakat dapat menciptakan arang sekalian menjadi bahan pembakaran.

Sementara Ketua Dewan Spesialis DPKLTS Sobirin menceritakan motode itu amat relevan dan mengakui campuran arang memberikan kesuburan tanah. Malahan berdasarkan ia Indonesia punya banyak sumber biomassa yang lebih bagus ketimbang arang, misalnya tanah vulkanik.

“Indonesia mempunyai banyak gunung berapi, sebab itu tanah vulkanik kita juga amat banyak dan berguna ketimbang arang yang memerlukan pembakaran. Tempat subur Indonesia beberapa besar yakni wilayah vulkanik purba,” kata Sobirin.

Lebih lanjut Sobirin ingin Raplh untuk turut berkerja sama dengan DPLKTS dalam penelitian perihal tanah vulkanik. Spesialis dari Jerman itu menyambut bagus tawaran hal yang demikian.

Kecuali itu Ralph juga membahas perihal konsep bio-tenaga yang diketahui masyarakat dikala ini justru merugikan. Lahan luas yang digunakan untuk menciptakan bio tenaga dengan aktif karbon pun membikin kompetisi dengan produksi pangan.

“Lahan idealnya untuk pertanian, meski sumber tenaga idealnya memanfaatkan tenaga sang surya sebagai sumber kekuatan tidak terbatas,” katanya menambahkan.


Leave a Reply

Your email address will not be published.